Selasa, 23 Januari 2018

Cincin

Pertama kali aku menginginkan cincin adalah saat menonton sebuah acara talk show yang menghadirkan salah satu member girlband Korea. Cara tangannya menutup wajahnya karena tertawa malu terlihat begitu elegan. Pada saat itu perhatianku langsung tertuju pada cincin manis yang ada di jari telunjuk kedua tangannya.

Warnanya perak tanpa ornamen apapun, namun terlihat berkilau dan memberi kesan muda. Ditambah jari-jarinya pun cantik dan lentik. Cincin jenis apapun yang ia pakai tentunya akan terlihat indah, tetapi aku jatuh cinta dengan cincin yang sedang dipakainya. Aku bertanya-tanya apakah mama mau membelikannya untukku.

Sabtu, 18 November 2017

Review Roti Sharon #1: Japanese Ring Cake Chocolate


Assalamualaikum gengs!

Sejak jadi anak kuliahan, makananku jadi sangat limited. Pilihannya maksudnya. Sebenernya bukan limited karena faktor lingkungan (di kukel banyak beud tukang jualan) dan faktor ekonomi (alhamdulillah dapet uang bulanan dari ortu sudah cukup memadai). Tapi karena faktor males dan capek yang sebetulnya hanya akal bulus semata. Kalo mau jalan, dan aku bawa motor juga, bisa aja makan macem-macem. But, kalo udah masuk ke kamar kos tuh udah males keluar lagi. Darah adventurer dan risk taker dalam tubuhku yang kurang mendominasi ini bikin gamau coba aneh-aneh apalagi sendirian. Kalo ada temennya baru mau. Hehe. ((temenin aku dong makanya))

Selasa, 26 September 2017

Perpusnya FISIP UI

Assalamualaikum guys!

Hei hei hei
Tau ga??
(Ngga)
Ini post pertamaku di blog sejak resmi jadi mahasiswi! Yuhuuuu:)))))
Biarkan aku senang sejenak dalam pembukaan post ini yea.

Oke.
Jadi ya, para pembaca kalo emang ada yang baca, hari ini aku ke perpusnya FISIP yang bernama MBRC (Miriam Budiarjo Resource Center). ((Btw Miriam Budiarjo kan yang nulis buku pengantar ilmu politik. Bener2 baru sadar akan coincidence ini beberapa detik yang lalu.))  

Sumber

Senin, 05 Desember 2016

The Missing Face Cleanser (dan Hikmahnya)

A couple days ago i was searching for my face cleanser. It was usually placed on the sink. I couldn't find it anywhere. There was a little remaining inside. So, i thought mom had thrown and replaced it. Then, i just washed my face with the new one. 

The next day, when i squatted in the bathroom (you can guess it right away huh), i saw the old cleanser. It was under the sink and covered by the bucket. That was why i couldn't see it. I just remembered i shoved it unintentionally a couple days before. I put it back to the sink.

Somehow, it made me think that sometimes it is okay to be on the under or the bottom. Like that old cleanser. It's also inevitable. However, don't let it covered our positivity, genuinity, and purpose in life. Don't let the surrounding affects us because it is indeed hard to live outside the comfort zone. We don't know when it will come and pass by. Just live the way it is, don't complain too much, and be grateful. It could be one way to clense our heart.

Maybe, one day, Allah will see us and say "Well, let's put him back to the top. He doesn't belong here."

Jumat, 08 Juli 2016

Cara Menjadi Produktif

Assalamualaikum :)

Libur udh lumayan lama dan kerjaanku cuma main hp, nonton youtube, atau tidur di rumah. Apalagi liburan kali ini bertepatan sama puasa. Makin males buat ngapa2in deh. Jangan ditiru ya ;)

Sebenernya ini update blog juga untuk sarana menjadi produktif. Aku ngerasa kekurung di rumah dan menjamur (padahal kalo jalan keluar rmh juga minta pulang-_-) hehe. Entah kenapa kepikiran untuk update blog tapi gausah panjang2 kayak rambut Rapunzel.

So here it is. My personal tips to be more productive especially when you are lazy af but want to change the world. Ahayy :D

Minggu, 06 Desember 2015

Seputar Manhua dan Manhwa

Assalamualaikum
Salam sejahtera bagi kita semua
Hurray!

Nah, akhir-akhir ini aku lagi keganjringan baca komik. Sampai pada suatu ketika aku menemukan istilah baru yaitu manhua dan manhwa. Sebelum beranjak ke topik utama, marilah kita runutkan kejadian asal mula aku terbiasa baca komik dari pagi sampai pagi.



Ceritanya aina (fellow reader in da class, we have same taste in books) dipinjemin nana sebuah komik berjudul "Strobe edge". Aku ga merasa tertarik sama sekali buat baca comic karena menurutku (dulu, sebelum akhirnya tercerahkan) gambar komik itu aneh kecuali miiko dan conan ((subjektif bgt bungg)), apalagi yg kisah cinta2an remaja ceritanya suka lebay. Dan strobe edge termasuk komik Shoujo, genre nya komik cewe remaja. Emang sih aku belum pernah baca, tapi kalo komik remaja dibandingin sama novel, hasilnya akan sejajar dengan novel2 teenlit buatan Indonesia yg konsep ceritanya udah ketebak dari bagian prolog. Jadi trims deh, i'll pass mangas.


Kamis, 22 Oktober 2015

Reflection

Assalamualaikum wr wb.

Alhamdulillah, wahai blog, you're not completely forgotten!

Karna aku akan nulis lagi. Tapi ga pengen banyak2. Gir dan perangkat di otak musti dipanasin dulu setelah sekian lama nggak nulis.

Awalnya bermula dari pengumuman dari bina antarbudaya yang menyatakan kalo aku ga lulus. Liat pengumuman jam setengah 4 pagi. Masih keleyengan baru bangun tidur. Liat kalo namaku ga terdaftar sebagai finalis. Sedih.

Dikit lagi. Banget, cuy.

Udah ngebayangin memiliki kisah indah di Amerika atau negeri sakura, liat2 foto anak2 afs/yes di insta, bikin rencana super panjang untuk setahun ke depan, hilang bak kabut yang dibuyarkan angin.

Nangislah habis itu. Ditambah gaada mama di rumah. Akhirnya ayah yang menenangkan. Di pagi hari yang masih gelap, ayah yang jarang banget menghadapi tahap emosional anak gadisnya, bilang berbagai hal. Tapi ini yang paling aku inget: